Bethany tidak pernah memikirkan tujuan hidupnya. Dia terbiasa menuruti keinginan Papa dan Mama; kuliah harus di jurusan Akuntansi, setelah lulus wajib mengambil pascasarjana di luar negeri, bahkan diminta ikut menjadi penerus bisnis keluarga. Satu-satunya tempat pelarian Bethany adalah Boba Mosa, bisnis rintisan minuman boba yang berdiri di atas modal sang kakak, tetapi tak kunjung menggoyahkan…